Ilmu Pengetahuan Menunjukkan Bahwa Orang Cerdas Cenderung Tidak Selingkuh – NamunTidak Sesederhana Itu

posted in: Asmara, Ruang Tidur | 0
Gambar: UnderstandingRelationships.com
Gambar: UnderstandingRelationships.com

Lindsay Dodgson, Business Insider UK

 

Berdasarkan beberapa penelitian, IQ tinggi berarti Anda cenderung tidak mengkhianati hubungan Anda, jika Anda Pria. Namun demikian, penelitian ini tidak termasuk variable lain seperti kepribadian seseorang. Alasan mengapa pria dan wanita memutuskan untuk selingkuh sangat bervariasi.

Ada stereotape yang mengatakan bahwa pria lebih cenderung selingkuh daripada wanita. Hal ini dikatakan oleh cerita lama yang mengatakan bahwa pria tidak bisa menapik pesona wanita, dan pada kenyataannya wanita seharusnya punya lebih pengawasan diri.

Dalam kenyataan, walaupun ini merupakan kenyataan di masa lalu, wanita sudah mengejar pria dalam hal perselingkuhan dalam tahun-tahun belakangan ini. Satu penelitian dari  Institut Kinsey, Universitas Indiana menemukan bahwa persetase wanita selingkuh sudah hampir sama dengan pria. Dalam survei sosial tahun 2013 di USA menemukan bahwa jumlah istri yang selingkuh meningkat 40% dalam dua dekade belakangan ini, sedangkan jumlah pria selingkuh konsisten.

Jika ini tidak sesederhana pembagian jender, maka aspek lain dari kepribadian kita patut dipersalahkan.

Pria Cerdas Jarang Selingkuh.

Beberapa orang mengklaim bahwa selingkuh dari pasangan adalah tanda mudah bosan, makanya Anda harus cerdas. Dalam kenyataan, riset ilmu pengetahuanan tidak mendukung pernyataan ini.

Dalam sebuah penelitian di tahun 2010 yang dipublikasi di jurnal Social Psychology Quaterly menemukan bahwa pria dengan IQ tinggi lebih jarang selingkuh.

Sang penulis, Dr Satoshi Kanazawa dari London School of Economics and Political Science, menganalisa hasil dari dua survei besar USA yang berasal dari ribuan remaja dan orang dewasa.

“Pria yang lebih cerdas lebih cenderung menghargai monogami dan eksklusivitas seksual daripada orang yang kurang cerdas,” studi tersebut menyimpulkan. Namun, hasil yang sama tidak ditemukan pada wanita. Tingkat kecerdasan yang dirasakan tidak mempengaruhi seberapa besar mereka tidak setia.

Penjelasan Kanazawa untuk ini melibatkan bagaimana hubungan telah berkembang selama ratusan tahun. Dulu saat hubungan manusia bermula dan baru, maka laki-laki berkenan untuk dikawinkan dengan wanita sebanyak mungkin, untuk menghasilkan lebih banyak keturunan.

Namun itu tidak begitu penting bagi manusia modern. Teori Kanazawa mengatakan bahwa itu adalah orang-orang yang kurang cerdas yang tidak dapat melepaskan naluri dasar mereka, dan karena itu menipu pasangan mereka.

Wanita, di sisi lain, selalu melihat keuntungan memiliki satu pasangan, karena mereka memiliki jumlah telur yang terbatas untuk bereproduksi. Pada wanita, kualitasnya selalu lebih baik dari kuantitas, sehingga masuk akal bahwa tidak akan ada perbedaan persepsi dalam kecerdasan dan catatan perselingkuhan mereka.

Hasil dari penelitian lain di tahun 2008, yang diterbitkan dalam jurnal American Sociological Review, menunjukkan bahwa orang-orang yang bergantung secara finansial pada pasangan mereka cenderung selingkuh. Hal ini terutama berlaku untuk pria yang bergantung pada wanita.

Di sisi lain persamaan, ketika wanita adalah pencari nafkah dalam hubungan, mereka cenderung tidak menyimpang. Ketika pria berada, dan terutama ketika mereka menghasilkan lebih dari 70% pendapatan rumah tangga, mereka cenderung selingkuh.

Pria dan wanita selingkuh dengan alasan berbeda.

Sebuah jajak pendapat awal tahun ini menemukan bahwa alasan yang diberikan pria dan wanita karena tidak setia sangat berbeda. Jawaban nomor satu di kalangan wanita adalah mereka merasa bahwa pasangan mereka telah berhenti memberi perhatian yang mereka butuhkan. Alasan utama pria hanya untuk menemukan orang baru yang menarik.

Alasan lain wanita selingkuh adalah karena mereka diselingkuhi. Mereka juga memiliki keraguan tentang hubungan mereka.

Alasan lain dari pria selingkuh adalah mereka tidak memiliki cukup seks dalam hubungan mereka saat ini.

Dalam sebuah artikel di The Independent, Michèle Binswanger seorang Jurnalis Swiss dan penulis ” Cheating: A Handbook for Women” menjelaskan mengapa wanita tampaknya lebih memperhatikan aspek emosional, dan pria berdasarkan aspek fisiknya.

“Bagi pria, ini tentang peluang,” katanya. “Jika mereka mendapatkan kesempatan yang sempurna dan risiko sangat kecil, kemungkinan besar mereka akan selingkuh. Wanita biasanya memiliki lebih banyak kesempatan, tapi motivasi lainnya … Banyak yang merasa tidak diinginkan, tidak pernah didengar atau tidak bahagia, jadi mereka mulai mencari kegembiraan. ”

Penelitian lain telah menunjukkan bahwa sekali menipu, selalu penipu, sebenarnya bisa benar. Jadi, alih-alih menekankan IQ pasangan Anda, petunjuk tentang apakah mereka akan setia atau tidak bisa dideteksi dari kebohongan mereka di masa lalu. Jika sejarah mereka bersih, mungkin kasusnya tidak bersalah sampai terbukti bersalah – Anda lah yang memutuskan.

 

Sumber: http://www.businessinsider.sg/intelligence-and-cheating-2017-10/?utm_content=bufferb7179&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer-bi&r=US&IR=T

 

Use Facebook to Comment on this Post