Model Flow – Menjadikan Pengalaman Begitu Menyenangkan

posted in: Karir, Ruang Ilmu | 0

flow_csikszentmihalyi

 

Dalam psikologi positif, Flow, juga dikenal sebagai The Zone/zona, adalah pengoperasian mental di mana seseorang yang melakukan suatu kegiatan, sepenuhnya tenggelam dalam perasaan fokus, keterlibatan penuh, dan menikmati proses aktivitas. Intinya, Flow ditandai dengan penyerapan penuh pada apa yang dilakukan dan kehilangan rasa ruang dan waktu.

Diperkenalkan  oleh Mihály Csíkszentmihályi, konsep ini telah banyak dirujuk di berbagai bidang (dan memiliki pengakuan besar dalam terapi okupasi), meskipun konsep ini telah ada selama ribuan tahun di bawah samaran lain, terutama di beberapa Agama  di Negara Timur.

Flow memiliki banyak karakteristik dengan hiper fokus. Namun, hiper fokus tidak selalu digambarkan positif. Beberapa contoh termasuk menghabiskan waktu “terlalu banyak” untuk bermain video game atau tersentuh oleh sisi dan diserap dengan nyaman oleh satu aspek tugas atau tugas yang merugikan keseluruhan tugas. Dalam beberapa kasus, hiper fokus dapat “memenjarakan” seseorang, mungkin menyebabkannya tampak tidak fokus atau memulai beberapa proyek, namun sedikit saja yang terselesaikan.

Uniknya Flow bisa membuat orang rela untuk melakukan sesuatu padahal itu bahkan tidak memberikan mereka materi dan uang. Mengapa orang melakukan hal-hal yang mereka senangi padahal tidak memberikan mereka uang atau kemasyuran? Pemain catur, pemanjat tebing, penari, mereka mendedikasikan banya waktu mereka dalam satu minggu untuk kegemeran meraka itu.  Mengapa mereka melakukan itu? Jelas dari pembicaraan dengan mereka apa yang membuat mereka termotivasi adalah kualitas pengalaman yang mereka rasakan ketika mereka melakukan aktivitas tersebut.  Ada Sembilan elemen yang mereka gambarkan ketika pengalaman begitu menyenangkan:

Adanya gol yang jelas di setiap langkah. Musisi tahu not balok apa yang akan mereka mainkan selanjutnya, pemanjat tebing tahu langkah apa yang harus mereka lakukan, ahli bedah sadar bagaimana irisan bedah harus dilakukan saat demi saat, petani punya tanaman yang harus dipelihara sehingga ketika menikmati pekerjaan itu, berarti juga dia punya tujuan yang jelas.

Adanya umpan balik dari setiap aksi. Musisi mendengar apakah not yang dimainkan sudah pas. Pemanjat tebing mengetahui apakah pergerakan yang dilakukan sudah benar atau apakah dia masih bergantung dan tidak terlepas hinggat erjatuh. Ahli bedah melihat tidak ada darah akibat pembedahan dan petani melihat alur tanaman yang berbaris rapi di kebun mereka.

Adanya keseimbangan antara tantangan dan keahilian (skill). Mereka merasa kemampuan meraka cocok ke kesempatan untuk melakukan aksi, sehingga mereka bisa menetralisir kebosanan dan kegelisahan mereka.

Adanya penggabungan antra aksi dan kesadaran. Dalam kehidupan sehari-hari pemikiran kita tidak terhubung dengan apa yang kita lakukan.  dalam kelas, murid terlihat tekun mendengarkan dosen, ternyata mereka memikirkan makan siang mereka, pekerja memikirkan liburan akhir minggunya, ibu membersihkan rumah sambil mengkhawatirkan anak-anaknya. Namun bagi orang yang menikamti pengalaman mereka fokus kepada apa yang mereka lakukan hal ini terjadi karena tiga poin di atas.

Bisa menghilangkan gangguan. Jika musisi berpikir tentang kesehatan atau masalah pajak ketika mereka bermain, makan dia akan memainkan not yang salah. Jika ahli bedah memikirkan hal lain,makan nyawa pasien dalam bahaya. Mereka kosentrasi pada apa yang dilakukan sekarang yang meringankan rasa takut yang bisa menyebabkan depresi dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak takut gagal. Alasan kegagalan bukan menjadi masalah karena mereka melihat jelas apa yang mereka lakukan dan keahilian mereka memungkinkan untuk menghadapi tantangan.

Kesadaran diri hilang. Mereka terlalu terlibat terhadap apa yang mereka lakukan untuk perduli tentang proteksi ego. Mereka punya konsep diri yang kuat, mereka tahu mereka akan mampu melewati tantangan. Bahkan mereka merasa mereka bisa terlepas dari ego dan menjadi bagian atau setidaknya sementara dari kesatuan yang besar. Pemusik merasakan harmonisasi kosmos, atlit bergerak bersama timnya, pembaca novel hidup dalam kenyataan lain selama beberapa jam. Paradoksnya, diri berkembang melupakan diri sendiri.

Waktu yang Menyimpang. Biasanya mereka lupa waktu dan jam serasa seperti menit.

Aktivitas menjadi autotelic. Mereka menjadi menikmati apapun yang bisa memproduksi pengalaman. Misalnya; mereka takut menggunakan komputer dan belajar menggunakannya hanya karena pekerjaannya bergantung pada komputer. Ketika skill nya meningkat, dan mereka tahu komputer yang menyebabkannya, mereka jadi menikmati penggunaan komputer. Dan dalam poin ini aktivitas berubah menjadi autotelic yaitu mengandung arti atau tujuan sendiri atau  (seseorang) mendapatkan makna dan tujuan dari dalam atau ( dari sebuah karya seni atau sastra) tidak termotivasi oleh apa pun di luar dirinya sendiri, tematis mandiri.

Sumber: Buku The Flow of Creativity – Mihály Csíkszentmihályi dan Wikipedia

 

Use Facebook to Comment on this Post