Mooryati Soedibyo, Jatuh Bangun Membagun Mustika Ratu

posted in: Entrepreneur, Ruang Ilmu | 0
Gambar: mooryatisoedibyo.com
Gambar: mooryatisoedibyo.com

Kesuksesan dan kegagalan lumrah terjadi saat seseorang merintis sebuah bisnis. BRA Mooryati Soedibyo juga mengalaminya ketika mendirikan usaha produk jamu dan kosmetiknya. Walau banyak tantangan yang menghadang, Mooryati sukses menjadikan PT. Mustika Ratu Tbk. sebagai salah satu perusahaan jamu dan kosmetik terkemuka di Indonesia.

Banyak yang kagum dengan kesungguhannya memperkenalkan kosmetik dan jamu tradisional di kalangan wanita terutama kepada generasi muda serta tidak pernah berhenti, sekalipun harus berhadapan dengan kehadiran berbagai produk lain.

Di ulang tahunnya ke-88, ia sempat menapak tilas perjuangannya membangun perusahaan yang kini berusia 43 tahun itu.

Cucu dari Sri Susuhunan Pakoe Boewono X Keraton Surakarta itu bercerita, ada dua alasan yang memotivasinya untuk membuka sebuah usaha. Pertama, untuk mewujudkan impiannya berbisnis produksi jamu dan kosmetika tradisional. Kedua, ia ingin mendukung perekonomian keluarga sebagai persiapan jelang masa pensiun sang suami, Soedibyo.

Baru mau memulai, ia sudah mendapat ‘cobaan’ berupa cibiran dari orang-orang terdekatnya. Mereka memendang berdagang adalah pekerjaan yang tabu, rendah dan nista bagi Mooryati yang notabenennya adalah seorang keturunan Keraton. Tapi itu tidak menyulutkan semangatnya.

“Di tahun 1973, saya memulai usaha tersebut di garasi rumah bersama dua orang pembantu rumah tangga, yang saya pimpin sendiri dengan modal Rp 25.000,” kenang. Ramuan pertamanya adalah kunyit asam yang merupakan hasil racikan dari asam jawa, gula jawa, dan cengkeh.

Produksi dilakukan secara manual dengan peralatan sangat sederhana, seperti pipisan dan lumpang batu. Hasilnya ternyata kurang memuaskan konsumen. Mereka mengeluh ukuran pil yang tidak seragam. Sebagai solusi, Mooryati menggunakan mesin yang dapat memproduksi pil secara cepat dan bentuk standar. Mesin tersebut dibelinya dari Taiwan dengan harga yang terjangkau.

Seiring berjalannya waktu, bisnis tersebut terus berekspansi. Dari dua orang berkembang menjadi 25 orang, lalu 50 orang pegawai yang tinggal di rumah. “Sampai-sampai suami saya mengatakan, mereka harus dicarikan tempat, karena merasa tidak ada privasi di rumah,” kata ibu lima anak ini.

Pada 1976, Mooryati membuka sebuah  salon di Jalan Wahid Hasyim 133 yang dinamai Pusat Perawatan Kecantikan Tradisional. Salon tersebut diklaimnya sebagai salon perawatan tradisional pertama di Indonesia yang mengajarkan para pemilik salon dan ahli kecantikan menggunakan lulur, mangir, bedak dingin, rempah-rempah dan pijat minyak cendana dan minyak zaitun, di samping produk-produk modern.

“Perawatannya pun menggunakan jamu-jamuan yang belum pernah dilayani di suatu salon kecantikan. Dengan demikian, para ahli salon kecantikan, tidak hanya menggunakan produk-produk perawatan dari luar negeri, tetapi mulai menggunakan jamu-jamuan di salon masing-masing,” ujar wanita yang masih aktif sebagai salah seorang penasihat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Bisnis Mooryati terus berkembang ditandai dengan didirikan pabrik pertamanya pada 1981 dan diresmikan oleh Menteri Kesehatan saat itu, Dr. Soewarjono Surjaningrat. Sempat terkendala dana, ia akhirnya mengambil kredit dari Bank Dagang Negara sebesar 100 juta Rupiah. Untuk melengkapi organisasi, dibentuk  pemimpin-pemimpin baru yang strategis, yaitu pimpinan produksi, penelitian dan pengembangan (R&D), distribusi, keuangan dan pemasaran.

Hadirnya pabrik tersebut turut menandai lahirnya nama ‘Mustika Ratu’ yang terinspirasi dari sebuah filosofi Jawa. Bunyinya, “Trahing kusumo rembesing madu, Turuning Sinatrio, Tedake wong amorotopo, Mustika ning Ratu, dan Mangayu Hayuning bawono.” Terjemahan bebasnya yakni, keturunan ksatria yang tersaring ketat, yang berperilaku penuh prihatin dan kesadaran, terlahirlah peninggalan berharga raja. Filosofi ini dibawa dalam setiap aspek perusahaan, yaitu memberikan buah pikiran dan hasil kerja yang terbaik yang berasal dari peninggalan tradisi leluhur yang berasal dari Keraton Surakarta Hadiningrat.

Dalam perkembangannya, Mustika Ratu melahirkan sejumlah brand yang memiliki target pasar yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah Puteri, Biocell, Moors, dan Taman Sari Royal Heritage Spa. Selain memproduksi jamu untuk kecantikan dan produk kosmetik, Mustika Ratu juga membuat bermacam produk minuman sehat sehat seperti Lokol Tea, (anti kolestrol), Slimming  Tea (melangsingkan), Uric Tea (menurunkan asam urat). Detox Tea (membersihkan hati dan bersifat antioxidant). Terakhir, hadir Sleepwell Tea (teh untuk tidur nyenyak dari buah dan biji pala). Produk Mustika Ratu sampai kini sudah diekspor ke kurang lebih 20 negara, diantaranya Rusia, Belanda, Jepang, Afrika Selatan, Timur Tengah, Malaysia dan Brunei.

“Sekarang saya hanya sebagai penasihat dan banyak mengisi waktu dengan menjadi tenaga pengajar dan pembicara di dalam dan luar Indonesia,” ujarnya.

Sebelum mengambil keputusan menyerahkan bisnis kepada Putrinya, Mooryati terlebih dahulu belajar di tingkat PhD dengan gelar Ph.D dalam bidang ekonomi spesialisasi keuangan strategis. Genap umur 78 tahun, Mooryati mendapatkan segulung ijazah Ph.D dari Universitas Indonesia.

Hal lain yang menarik dari wanita ini adalah tentang semangat kentalnya yang tidak mudah putus asa dan berani menghadapi tantangan tanpa mengenal usia. Ini karena jika disingkap pengalaman lampau, Mooryati sebenarnya  memulai bisnis pada usia 45 tahun, dan bagi sebagian orang menganggapnya sebagai sudah terlewat.

Namun Mooryati mampu membuktikan pernyataan itu tidak benar sama sekali. Atas usaha gigih dan tidak kenal putus asa, ia mampu membuktikan usia bukan halangan bagi seseorang untuk mencapai kesuksesan.

“Bagi saya tidak ada istilah terlambat untuk seseorang mencapai kesuksesan dalam kehidupannya. Ada yang heran bagaimana saya belajar pada usia lanjut. Sebenarnya ilmu itu penting untuk kita maju. Bahkan, ketika memberi ceramah, hal inilah yang saya ingin wanita di luar sana tahu, “ujarnya penuh semangat.

 

Sumber: http://www.mooryatisoedibyo.com

 

 

Use Facebook to Comment on this Post