Penelitian Mengungkapkan: Tubuh Anda Tahu Ketika Ajal Akan Tiba, Dan Itu Bermula Dari Hidung

posted in: Kesehatan, Ruang Keluarga | 0

 

700_68df8c59665123a6c45fc1fa40e49147

 

Peace Quarters

 

Tubuh manusia merupakan sistem yang kompleks yang sulit untuk dimengerti. Ilmuwan masih berusaha mengungkapkan bagaimana dan mengapa segala sesuatunya berjalan seperti apa yang terjadi. Kita masih tidak bisa mengerti dari mana datangnya perasaan dan emosi dan bagaimana tepatnya seperti  kita. Hal lain yang masih menjadi misteri adalah momen ketika kita menjelang ajal.

Banyak dokter yang melaporkan bahwa pasien mempunyai kebiasaan yang sama  sebelum mereka meninggal. Sepertinya, pasien tahu mereka akan meninggal bahkan sebelum dokter mengetahuinya. Indikasi malah semakin membaik dan dokter mungkin berfikir masih ada kesempatan, tapi pasien sudah merasa bahwa akhir hidup sudah dekat.

Orang yang memiliki indra  keenam, seringkali mengatakan ungkapan perpisahan sebelum mereka meninggal. Merupakan suatu perasaan aneh bahwa  perasaan merasa saatnya untuk pergi. Orang seperti ini  mulai meminta maaf pada musuhnya dan memperbaiki hubungan yang perlu diperbaiki sehingga mereka bisa meninggal tanpa ada yang belum terselesaikan.

Hal ini tidaklah biasa, tapi ini sangat umum terjadi untuk merasa kematian seseorang sebelum hal itu terjadi. Agak sedikit menakutkan, namun di saat bersamaan, ini menjadi pertanda baik, karena Anda memiliki kesempatan untuk mengatakan selamat tinggal kepada orang-orang yang Anda sayangi.

Beberapa orang mungkin berargumentasi, tidak ada yang tahu kapan terjadinya kematian, bahwa orang yang mengatakan perpisahaan adalah suatu kebetulan semata. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Psikologi Universitas Kent yang meriset tentang kemungkinan bahwa orang mendeteksi ajal mereka melalui penciuman.

Arnaud Wisman, yang menjadi ketua dari penelitian ini, menganalisa tubuh selama proses menjelang ajal. Penelitian ini mengungkapkan  ketika seseorang meninggal, tubuh mereka rusak dan melepaskan banyak aroma selama proses itu terjadi. Salah satu aroma adalah putresin, yang merupakan hasil proses penguraian. Manusia tidak secara sadar mencium atau mengenail aroma tersebut, tapi pikiran bawah sadar mengenalinya dan tahu ajal sudah dekat.

Arnaud Wisman melakukan penelitian yang berbeda dengan menggunakan aroma putresin, ammonia dan air.  Responden diberikan aroma yang berbeda dan reaksi mereka diperiksa. Responden mengaitkan putresin dengan emosi negatif walaupun tidak satupun dari mereka familiar dengan aroma tersebut. Namun tidak satupun yang mengkaitkan aroma putresin dengan kematian atau ketakutan. Ini dikarenakan kesadaran kita tidak melihat hubungan, tapi pikiran bawah sadar merasakan.

Penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Psikologi Universitas Kent adalah bagian yang lebih besar dari pertanyaan yang dihadapi oleh banyak ilmuwan. Ada beberapa penelitian yang mengungkapkan hubungan antara emosi dan aroma. Sebagai contoh, beberapa aroma bisa membuat kita merasa takut dan stress.

Jadi, ketika seseorang yang dekat dengan Anda masuk rumah sakit atau sakit ingin berjumpa dengan Anda, maka luangkan waktu dan kunjungi mereka, mungkin  mereka tahu ajalnya sudah dekat dan mereka mau mengatakan perpisahaan  kepada Anda. Jika Anda melewati kesempatan ini, Anda akan menyesal selama hidup Anda.

 

Sumber : https://www.peacequarters.com/body-knows-death-near-begins-nose-study-reveals/?utm_medium=social&utm_source=Facebook&utm_campaign=ssfb

 

 

 

Use Facebook to Comment on this Post